KETAPANG, Aktual86.my.id – PT Permata Sawit Mandiri (PSM) menyampaikan klarifikasi terkait informasi mengenai luas areal perusahaan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah operasionalnya.
Humas PT Permata Sawit Mandiri, M. Syahroni, mengatakan kebakaran yang terjadi di sejumlah titik areal perusahaan merupakan dampak sebaran api dari luar kawasan HGU. Menurutnya, terdapat sumber api yang belum diketahui dan sebagian lainnya berasal dari aktivitas perladangan masyarakat sekitar.
Syahroni menegaskan PT PSM tidak tinggal diam dalam menghadapi karhutla. Tim perusahaan terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api, termasuk berkoordinasi dengan aparat terkait.
“Kita tidak tinggal diam. Kita selalu berjibaku siang malam dan selalu berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil dalam menangani kebakaran hutan masyarakat,” ujar Syahroni.
Dalam penanganan karhutla, PT PSM mengerahkan peralatan pemadam kebakaran milik perusahaan. Selain itu, perusahaan juga menggunakan alat berat jenis excavator untuk mengisolasi area kebakaran, membuat sekat api dan membuka akses guna mencegah api meluas.
PT PSM Klarifikasi Informasi Luasan 500 Hektare
Terkait informasi yang menyebut areal terdampak kebakaran mencapai sekitar 500 hektare, Syahroni mengatakan pihak perusahaan tidak mengetahui sumber data tersebut.
“Untuk luas yang disampaikan media tersebut, kita tidak tahu sumbernya dari mana karena tidak pernah mengonfirmasi ke pihak kami terkait luasan 500 hektare,” jelas Syahroni.
Ia menambahkan bahwa PT PSM memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang salah satunya diarahkan untuk mendukung pencegahan dan penanganan karhutla.
Program tersebut antara lain dilakukan dengan memberdayakan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sebadak Raya.
Selain melibatkan MPA, PT PSM juga menyerahkan bantuan peralatan pemadam kebakaran kepada Desa Pangkalan Suka, Desa Sebadak Raya dan Kecamatan Nanga Tayap.
Program CSR Karhutla PT PSM 2026
M. Syahroni menjelaskan, sejumlah program CSR PT Permata Sawit Mandiri dalam penanganan karhutla tahun 2026 meliputi:
- Pembagian unit alat pemadam kebakaran beserta perlengkapannya untuk Kecamatan Nanga Tayap, Desa Pangkalan Suka dan Desa Sebadak Raya.
- Pembagian masker untuk perangkat desa, sekolah SD dan SMP di Pangkalan Suka serta Pemerintah Daerah Ketapang.
- Pembuatan sumur bor untuk mendukung hydrant karhutla di Pangkalan Suka.
- Pembagian dan pemasangan spanduk karhutla di desa sebagai bagian dari sosialisasi dan pencegahan.
- Perbantuan pemadaman dan pembuatan sekat bakar untuk menangani karhutla pada lahan masyarakat di Desa Pangkalan Suka dan Desa Sebadak Raya.
Menurut Syahroni, berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen PT PSM dalam membantu penanganan karhutla sekaligus menghadapi kondisi kekeringan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
PT PSM juga menyatakan akan terus melakukan koordinasi bersama Polsek, Koramil, pemerintah desa, MPA dan masyarakat dalam upaya mencegah serta mengendalikan karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Upaya penanganan karhutla ini tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama dan koordinasi semua pihak agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” kata Syahroni.
TimRed








