KAPUAS HULU, Aktual86.my.id — Penyaluran BBM yang disebut diperuntukkan bagi kebutuhan desa di SPBU Badau menuai sorotan. Warga mempertanyakan mekanisme distribusi setelah melihat sebuah kendaraan yang membawa BBM untuk desa dipenuhi jerigen.
Seorang warga yang mengaku sebagai saksi mata menyebut jumlah jerigen dalam kendaraan tersebut dinilai tidak sebanding dengan jatah BBM yang disebut hanya beberapa ratus liter untuk masing-masing desa.
“Saya saksi mata. Mobil untuk desa itu sudah banyak yang nitip. Tidak sesuai jumlah dengan jatah per desa. Katanya hanya sekian ratus liter per desa, tapi jerigen minyak banyak betul di mobil,” ungkap warga.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan serius terhadap pihak SPBU: berapa sebenarnya kuota BBM setiap desa, berapa liter yang disalurkan, siapa penerimanya, dan apakah jumlah BBM yang diangkut telah sesuai dengan dokumen serta kuota yang ditetapkan?

SPBU Badau didesak memberikan penjelasan terbuka agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat. Bila seluruh proses telah sesuai ketentuan, maka data dan mekanisme penyaluran semestinya dapat dijelaskan secara transparan.
Instansi terkait juga diminta melakukan pengecekan, khususnya terhadap kesesuaian kuota, administrasi pengambilan, jumlah jerigen, serta penerima BBM.
Aktualita.online masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak SPBU Badau dan instansi terkait. Seluruh pihak yang disebut memiliki hak memberikan klarifikasi dan akan diberitakan secara berimbang.
TumRef








