SANGGAU, Aktual86 – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tayan Hulu, pemerintah desa, unsur TNI-Polri, serta manajemen PT Sasmita Bumi Wijaya (SBW) melakukan pengecekan lapangan dan rapat koordinasi sebagai tindak lanjut atas laporan dugaan pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Lape di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau.
Langkah tersebut diambil menyusul beredarnya video yang disampaikan Kepala Desa Binjai, Heriyanto, A.Md., terkait keluhan masyarakat Dusun Hino, Desa Pandan Sembuat, dan Dusun Tanjung, Desa Binjai, mengenai kondisi air Sungai Lape yang diduga terdampak aktivitas perusahaan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) di lingkungan PT SBW dihadiri Camat Tayan Hulu Laurianus Yoka, S.H., Kapolsek Tayan Hulu IPTU Trisna Mauludi, Danramil Tayan Hulu LETDA Risbendoni Chaniago, Kanit Binmas AIPDA Khon, Kanit Reskrim AIPDA Herkulanus Suherman, Kanit Intelkam AIPDA Syamsuwir, Kepala Desa Binjai Heriyanto, A.Md., Mill Manager PT SBW Achmad Dhani, Humas PT SBW Randa, serta jajaran DLH Kabupaten Sanggau.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Tayan Hulu Laurianus Yoka mengimbau agar setiap persoalan yang berkaitan dengan lingkungan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Forkopimcam dan instansi terkait sehingga penanganannya dapat dilakukan secara terpadu, objektif, dan berdasarkan fakta di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, PT SBW pada hari yang sama melakukan pengecekan langsung ke Sungai Lape bersama perwakilan masyarakat sebagai bentuk transparansi terhadap kondisi di lapangan. Perusahaan juga berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Sanggau dan tim laboratorium independen bersertifikat dari Pontianak untuk melakukan pengujian kualitas air.
Selanjutnya, pada Selasa (4/8/2026), tim DLH Kabupaten Sanggau bersama Forkopimcam Tayan Hulu, pemerintah desa, personel Polres Sanggau, Polsek Tayan Hulu, serta tim laboratorium melakukan inspeksi menyeluruh terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT SBW.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, tim tidak menemukan adanya indikasi kebocoran pada kolam IPAL perusahaan. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke titik tiga pipa yang sebelumnya diduga menjadi saluran pembuangan limbah menuju Sungai Lape.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa ketiga pipa tersebut tidak terhubung dengan kolam limbah perusahaan, melainkan berasal dari kolam penampungan air hujan.
Pengawas DLH Kabupaten Sanggau,, menyampaikan di hadapan seluruh peserta bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, sumber aliran dari ketiga pipa tersebut berasal dari kolam penampungan air hujan dan bukan dari kolam limbah perusahaan.
Tim laboratorium selanjutnya mengambil sampel air yang keluar dari pipa tersebut. Berdasarkan hasil pengujian awal di lapangan, nilai pH air masih berada dalam kisaran normal. Meski demikian, seluruh sampel tetap dibawa ke laboratorium untuk dilakukan analisis lebih lanjut terhadap parameter kualitas air lainnya.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke Sungai Lape, lokasi yang menjadi titik pelaporan masyarakat. Tim DLH bersama tim laboratorium kembali mengambil sampel air sungai untuk dilakukan pengujian sesuai prosedur.
Secara visual, Pengawas DLH menyampaikan bahwa kondisi air Sungai Lape terlihat jernih dan secara fisik tidak ditemukan indikasi pencemaran saat pemeriksaan berlangsung.
Untuk melengkapi proses verifikasi, tim juga meminta keterangan dari warga yang tinggal di bantaran sungai. Salah seorang warga, Akin, menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir kondisi Sungai Lape tetap jernih, tidak ditemukan ikan mati, dan air sungai masih dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci.
Meski demikian, DLH Kabupaten Sanggau menegaskan bahwa kesimpulan akhir mengenai kualitas air Sungai Lape belum dapat ditetapkan sebelum hasil uji laboratorium terhadap seluruh sampel yang telah diambil diterima dan dianalisis secara menyeluruh.
Forkopimcam Tayan Hulu menegaskan bahwa penanganan dugaan pencemaran ini dilakukan secara objektif, mengedepankan hasil pemeriksaan teknis dan ilmiah, serta melibatkan seluruh pihak terkait. Pemerintah berharap koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat, dan perusahaan dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau.
TimRed








