Bendera Borneo Raya Disita di Tayan Hulu, Aliansi Menggugat: “Kami Ingin Didengar”

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:59

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SANGGAU, aktual86.my.id — Polemik penurunan dan penyitaan bendera Merah-Kuning-Biru yang dikenal sebagai Bendera Borneo Raya di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, kembali menjadi sorotan publik.

Bendera yang dikibarkan di kediaman salah satu anggota Aliansi Borneo Raya Menggugat di Desa Sosok tersebut diturunkan dan diamankan oleh aparat bersama unsur pemerintah setempat. Peristiwa itu kini memicu pertanyaan sekaligus tuntutan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui dialog.

Aliansi Borneo Raya Menggugat menegaskan bahwa bendera tersebut mereka gunakan sebagai simbol identitas dan ekspresi budaya Dayak, bukan sebagai simbol gerakan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Koordinator Aliansi Borneo Raya Menggugat menyebut pengibaran bendera tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat Kalimantan yang dinilai belum memperoleh perhatian serius dari pemerintah.

“Kami ada, kami punya identitas, dan kami ingin didengar. Ketika suara tak lagi didengar, bendera dipilih untuk berbicara,” demikian pernyataan pihak aliansi kepada KDK.

Menurut pihak aliansi, sejumlah tuntutan yang sebelumnya telah disuarakan hampir setahun lalu hingga kini dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mereka kembali mengangkat persoalan Borneo Raya ke ruang publik.

Bendera Diturunkan, Aliansi Minta Penjelasan

Pasca penurunan dan penyitaan bendera tersebut, Aliansi Borneo Raya Menggugat mengajukan permohonan mediasi kepada Polsek Tayan Hulu.

Mediasi tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai dasar penurunan dan penyitaan bendera sekaligus membahas permintaan pengembalian bendera yang oleh pihak aliansi dianggap sebagai bagian dari identitas budaya.

Aliansi menilai persoalan tersebut tidak semestinya berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Mereka mendorong aparat dan pemerintah membuka ruang komunikasi agar perbedaan pandangan dapat diselesaikan secara damai.

Tegaskan Bukan Gerakan Separatis

Aliansi kembali menegaskan bahwa penggunaan bendera Merah-Kuning-Biru tersebut tidak dimaksudkan sebagai upaya memisahkan diri dari NKRI.

Mereka menyebut simbol tersebut berkaitan dengan identitas budaya dan penyampaian aspirasi masyarakat Kalimantan. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya melihat persoalan tersebut dari sisi simbol, tetapi juga memahami aspirasi yang berada di balik pengibaran bendera.

Polemik ini kini menjadi perhatian publik karena menyentuh dua hal sekaligus, yakni persoalan identitas budaya dan kebebasan menyampaikan aspirasi.

Aliansi berharap proses mediasi dapat menjadi jalan keluar sehingga persoalan bendera Borneo Raya tidak semakin melebar dan dapat diselesaikan melalui dialog, musyawarah, serta komunikasi terbuka antara masyarakat, pemerintah dan aparat penegak hukum.

Kini publik menunggu: apakah polemik Bendera Borneo Raya di Tayan Hulu akan berakhir melalui meja mediasi atau justru berkembang menjadi persoalan yang lebih besar?

Pewarta : MT

Berita Terkait

JELANG MUSDA XI GOLKAR SANGGAU, PARA TOKOH KUMPUL DI CAFE 180° C: SEKADAR KOPDAR ATAU AWAL PETA DUKUNGAN?
BBM Subsidi Diduga Disalahgunakan di SPBU 64.795.06 Sungai Ayak, Pertamina Jangan Diam!
Musda XI Golkar Sanggau Memanas, Fransiskus Taufik Muncul! Kini Tiga Kandidat Berebut Kursi Ketua
Kades Baung Sengatap Desak Pemerintah Buka Data: Plasma PT SNIP dan Legalitas PT BPJR Harus Jelas
Dishub Sanggau Beri Penjelasan Soal Pita Penggaduh di Simpang RSUD M.Th. Djaman
Festival Rakyat Sanggau 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Potensi Lokal Jadi Sorotan
Kades Balai Karangan Sudah Minta Maaf, Kades Bungkang Kapan Buka Suara? Warga Menunggu
Emas Hampir 1 Kg Raib, 4 Orang Jadi Tersangka! Polisi Bongkar Dugaan Perampasan di Sekadau
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:56

JELANG MUSDA XI GOLKAR SANGGAU, PARA TOKOH KUMPUL DI CAFE 180° C: SEKADAR KOPDAR ATAU AWAL PETA DUKUNGAN?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:12

BBM Subsidi Diduga Disalahgunakan di SPBU 64.795.06 Sungai Ayak, Pertamina Jangan Diam!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:04

Musda XI Golkar Sanggau Memanas, Fransiskus Taufik Muncul! Kini Tiga Kandidat Berebut Kursi Ketua

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:27

Kades Baung Sengatap Desak Pemerintah Buka Data: Plasma PT SNIP dan Legalitas PT BPJR Harus Jelas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:24

Festival Rakyat Sanggau 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Potensi Lokal Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Sorry Ye,,,,,