SINTANG, Aktual86.my.id — Dugaan persoalan kualitas BBM kembali menjadi sorotan. Keluhan konsumen mencuat di SPBU 64.786.11, setelah sejumlah motor dan mobil dilaporkan mengalami gangguan hingga mogok usai mengisi BBM.
Yang semakin menjadi perhatian, beredar foto sampel cairan hasil pengisian BBM yang memperlihatkan adanya perbedaan lapisan dan warna cairan secara cukup jelas. Konsumen menduga terdapat air yang bercampur dengan BBM.
Jika dugaan tersebut benar, persoalan ini berpotensi menimbulkan kerugian bagi konsumen, terutama apabila kontaminasi menyebabkan kerusakan atau gangguan pada sistem bahan bakar kendaraan.

Konsumen mempertanyakan: bagaimana kualitas BBM yang disalurkan kepada masyarakat bisa sampai diduga seperti ini?
Masyarakat mendesak pengelola SPBU dan pihak terkait tidak sekadar memberikan bantahan atau klarifikasi, tetapi membuktikannya melalui pemeriksaan sampel secara resmi dan transparan.
Pertamina dan instansi pengawas juga diminta segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, termasuk memeriksa kualitas BBM pada tangki penyimpanan maupun nozzle yang digunakan untuk melayani konsumen.
“Kalau memang BBM tidak bermasalah, silakan diuji secara resmi. Konsumen membutuhkan kepastian, bukan sekadar penjelasan,” ujar salah seorang konsumen.
Publik juga meminta kejelasan mengenai nasib konsumen yang kendaraannya mogok setelah melakukan pengisian. Jika hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya kontaminasi, siapa yang bertanggung jawab atas kerugian konsumen?
Aktual86 akan terus mengawal persoalan ini dan membuka ruang hak jawab bagi pengelola SPBU 64.786.11, Pertamina, maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi.
TimRed








