SEKADAU, Aktual86.my.id — Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi kembali mencuat di wilayah Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau. Kali ini, sorotan mengarah pada aktivitas pengisian BBM ke sejumlah jeriken yang diduga dilakukan secara diam-diam ketika pelayanan SPBU belum dibuka untuk umum.
Informasi yang diterima Tim Investigasi menyebutkan, aktivitas pengisian tersebut berlangsung pada waktu yang tidak lazim. Sejumlah jeriken terlihat berada di area SPBU dan diduga digunakan untuk menampung BBM bersubsidi.
Jika benar BBM subsidi disalurkan dengan cara demikian tanpa dasar dan dokumen yang dipersyaratkan, praktik tersebut patut dipertanyakan. BBM subsidi merupakan barang yang mendapat kompensasi negara dan ditujukan bagi konsumen yang memenuhi ketentuan, bukan untuk diperlakukan seperti komoditas bebas tanpa pengawasan.

Kenapa Dilakukan Saat SPBU Masih Tutup?
Pertanyaan terbesar justru muncul pada waktu dan cara aktivitas tersebut dilakukan.
Mengapa pengisian menggunakan jeriken diduga dilakukan ketika pelayanan SPBU belum berjalan normal?
Apakah pengisian tersebut merupakan penyaluran resmi berdasarkan Surat Rekomendasi atau mekanisme yang diperbolehkan?
Berapa volume BBM yang disalurkan?
Siapa penerimanya?
Dan yang paling penting, BBM tersebut sebenarnya diperuntukkan untuk apa?
Pertanyaan-pertanyaan itu perlu dijawab secara terbuka agar tidak muncul dugaan bahwa ada jalur khusus dalam penyaluran BBM subsidi.
Pertamina dan BPH Migas Jangan Hanya Menunggu Laporan
Tim Investigasi meminta Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas tidak berhenti pada pemeriksaan administrasi semata.
Perlu dilakukan pengecekan langsung terhadap rekaman CCTV, logbook penyaluran, data transaksi, volume BBM yang keluar, identitas penerima, dokumen rekomendasi serta waktu pengisian.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat berhak mengetahui siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana mekanisme pengawasan di SPBU tersebut berjalan.
Apalagi apabila praktik pengisian menggunakan jeriken tersebut dilakukan berulang kali, maka persoalannya bukan lagi sekadar aktivitas pengisian BBM, melainkan menyangkut ketepatan sasaran distribusi BBM subsidi dan potensi kebocoran subsidi negara.
Tim Investigasi menegaskan, informasi ini masih berstatus dugaan dan membutuhkan verifikasi resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pengelola SPBU, Pertamina Patra Niaga, maupun pihak terkait lainnya.
Tim Investigasi








